Koi

Koi termasuk dalam keluarga Cyprinidae yang juga masih sekerabat dengan ikan mas (Cyprinus Carpio) dan ikan koki(Cyprinus Auratus). Nenek moyang koi adalah ikan mas atau Carp yang berasal dari wilayah Asia Timur. Dipercaya koi sudah ada sejak ada sejak jaman dinasti Chin di Cina yang selanjutnya diperkenalkan di Jepang. Di Jepang sendiri diperkirakan koi sudah ada sejak 200-an tahun silam.

Koi yang pertama kali diperkenalkan adalah jenis kohaku pada tahun 1870an yang selanjutnya disusul oleh jenis shiro utsuri dan jenis jenis lainnya seperti kino utsuri, showa, sanke, kin gin rin dan ogon. Di Indonesia sendiri, Blitar dan Sukabumi merupakan sentra koi yang paling terkenal.

Corak dan warna tubuh koi sangat beragam. Penamaan koi didasarkan pada variasi warna yang menyelimuti tubuh koi. Contohnya koi putih dengan bercak merah (Kohaku), putih dengan satu bercak merah diatas kepala saja (Tancho kohaku), merah (Higoi) dan sebagainya. Agar tidak membingungkan, saat ini koi dibagi dalam 15 kelompok.


Kohaku

Tancho

Taisho Sanshoku

Showa Sanshoku

Shusui

Beko

Kin Gin Rin

Utsuri Mono

Asagi

Kawari Mono

Koromo

Goshiki

Hikari Utsurimono

Hikari Mojimono

Hikari Moyomono

Pakan

Merupakan aspek yang sangat penting dalam memelihara koi. Koi akan tetap menampilkan kecantikannya dan sehat jika didukung oleh pemberian pakan dengan nutrisi yang lengkap dan seimbang. Keseimbangan nutrisi dilihat dari kandungan protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral.

Pakan Alami, Seperti keluarga ikan mas yang lain, koi juga menyukai pakan alami seperti cacing rambut, cacing darah, dan jentik nyamuk dan kutu air.

Pakan Buatan, saat ini pakan yang banyak digunakan untuk koi adalah pakan buatan atau pelet. Untuk koi yang masih kecil, hobiis dapat menggunakan Hokky Hoi Growth Formula Dengan protein 42% dan diperkaya dengan Pro-boitik, pertumbuhan koi dapat lebih dipacu, dan kekebalan tubuh menjadi lebih baik. Varian lain dari pakan koi adalah Hokky Koi Color Enhancher, pakan yang diperkaya dengan spirulina, menjamin warna koi menjadi lebih cerah dalam 1 minggu, kekebalan tubuh lebih baik. Kin koi adalah pakan koi untuk sehari-hari yang terbuat dari bahan-bahan alami yang mengandung nutrisi lengkap dan seimbang.

Pemeliharaan
Feeding, Pakan sebaiknya diberikan dalam jumlah yang sedikit akan tetapi dengan frekuensi pemberian yang sering. Dapat diberikan 2 sampai 4 kali sehari. Hal ini penting mengingat koi memiliki saluran pencernaan yang lurus dan pendek (sederhana). Pakan yang tidak termakan dalam 5 menit harus segera dibuang agar tidak mengotori air. Berikan Hokky Koi Color Enhancher atau Hokky Koi Growth Formula setiap hari agar warna koi menjadi lebih cerah dan pertumbuhan optimal.

Tempat Pameliharaan/Kolam
Sebagai tempat tinggal koi, kolam merupakan tempat yang harus dipersiapkan dengan matang. Disamping faktor estetika, kolam harus dibuat senyaman mungkin untuk tempat tinggal koi. Berikut adalah beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam membuat kolam.

Lokasi.
Sebisa mungkin kolam koi ditempatkan dilokasi yang mendapatkan sinar matahari minimal 6 jam per hari. Hal ini penting untuk menjaga kualitas warna koi. Jika tidak dilengkapi naungan, sebaiknya tidak menempatkan kolam dibawah pohon yang besar yang daunnya banyak berguguran. Daun daun yang berguguran jika tidak segera diangkat dapat mencemari air dan berbahaya untuk koi. Akar pohon juga berpotensi merusak kolam.

Keamanan.
Bila memiliki anak balita, perlu pengawasan ketat bila anak kita mendekati kolam. Ada baiknya juga bila dibuatkan penutup kolam atau pagar agar anak balita lebih aman bila bermain di dekat kolam.

Bahan.
Bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu kolam permanen dan tidak permanen. Kolam permanen dibuat dari adukan semen. Kolam tidak permanen bisa terbuat dari liner atau bahan fiberglass. Liner adalah sejenis material palstik sintetis yang berbentuk lembaran. Terbuat dari bahan Vinyl atau Polyethylene. Sederhananya, kolam liner adalah tanah galian yang dilapisi dengan liner. Dengan liner, pembuatan kolam lebih cepat, dapat dibuat sealami mungkin dan dipadukan dengan Aquascape. Fiberglass bersifat lebih praktis, cepat, mudah dan murah. Kedua kolam tidak permanen ini cukup mudah untuk dipindah pindahkan. Tetapi Kolam tidak permanen ini cukup sulit dalam menyesuaikan sistem perpipaan filterisasinya dan rawan bocor.

Bentuk.
Bentuk bisa persegi panjang, bulat, trapesium atau tidak beraturan yang tergantung selera. Bentuk kolam ini harus mengacu pada arah sirkulasi air. Mengingat seluruh kotoran koi harus dapat masuk kedalam bak filterisasi.

Desain Kolam.
Tentukan kapasitas kolam, dengan kapasitas yang telah ditentukan maka selanjutnya kita dapat menentukan ukuran filternya. Kapasitas kolam dapat diukur dari panjang X lebar X kedalaman. 1M³ setara dengan 1 ton air.

Untuk kolam permanen yang terbuat dari cor beton, sebaiknya lantai dasar kolam dibuat cekung alias miring ketengah dengan kemiringan 2° atau turun 2cm tiap 100cm. Dari pusat cekungan dipasang pipa yang terhubung dengan bak filter. Untuk menghambat pertumbuhan lumut dan agar warna ikan terlihat kontras, kolam dapat juga dicat menggunakan cat khusus kolam.

Ukuran dan Kedalaman.
Sangat terkait dengan jumlah serta ukuran koi yang akan dipelihara (kepadatan). Sebagai acuan, kolam ukuran 0.3M³ dapat menampung koi ukuran kurang dari 15cm. Koi 50cm memerlukan kolam berukuran 1M³ dan semakin besar koi semakin sedikit koi yang dapat ditempatkan dikolam ukuran tersebut.

Kedalaman ideal untuk kolam koi adalah 80cm. Bila kedalaman kurang dari 80cm, maka suhu air sangat mudah berfluktuasi yang kurang baik bagi warna koi. Koi juga sulit menjadi besar di kolam dangkal. Idealnya, jarak minimal antara batas kolam tertinggi dengan permukaan air adalah 25cm. Hal ini untuk menghindari koi dari incaran kucing dan koi meloncat.

Filter

Filter merupakan salah satu bagian yang paling penting dalam memelihara koi. Tanpa filter yang memadai, alih alih hendak melihat kecantikan koi, bisa bisa kita hanya melihat air yang keruh dan banyak lumut tanpa bisa melihat koinya. Dengan filter yang baik, media hidup koi akan tetap bersih dan sehat sehingga koi dapat tumbuh optimal dan tetap sehat.

Bagian bagian filter
chamber.
Berupa bak yang umumnya berbentuk empat persegi panjang. Jumlah chamber ini bervariasi tergantung kapasitas kolam. Idealnya total ukuran minimun chamber filter adalah sepertiga dari ukuran kolam. chamber pertama berfungsi untuk mengendapkan kotoran. Selanjutnya masuk ke chamber kedua yang berfungsi sebagai filter mekanis. chamber selanjutnya berisi media-media yang berfungsi untuk filter biologis dan kimiawi.


Media Filter.

Pada prinsipnya, filter untuk koi terbagi menjadi tiga bagian yaitu filter biologi, filter kimia dan filter mekanik. Prinsip dari filter biologi adalah memelihara bakteri nitrosomonas dan nitrobacter. Kedua bakteri ini akan menguraikan ammonia dan nitrit dari kotoran ikan menjadi nitrat yang tidak berbahaya buat koi. Media yang banyak digunakan adalah bioball. Bioball adalah media yang banyak berongga dan tidak mudah tersumbat sehingga merupakan merupakan tempat yang ideal bagi pertumbuhan bakteri pengurai tersebut.

Filter kimia adalah media yang mampu menyarap bahan bahan kimia berbahaya dalam air. Contohnya adalah penggunaan batu Zeolit yang bisa menyerap amonia. Zeolit ini akan terasa sekali manfaatnya pada kolam baru, dimana bakteri pengurai belum berkembang sehingga zeolit akan membantu mengurangi zat zat kimia yang berbahaya. Karbon aktif dapat digunakan untuk mempertahan pH air.


Filter mekanik bekerja dengan menangkap kotoran yang mengalir melalui sistem filterisasi. Media yang digunakan antara lain bio Filter , filtermat , sikat.

Selanjutnya ketiga jenis filter ini digabungkan untuk mendapatkan hasil yang paling baik. Idealnya total ukuran filter minimum adalah sepertiga dari ukuran kolam.




Pompa
.
Pompa sebagai alat utama penggerak air. Banyak hobiis yang lebih menyukai dengan pompa submersible karena harganya lebih murah dan pemasangannya mudah. Besar pompa atau kapasitas yang dibutuhkan tergantung dari ukuran kubikasi kolam. Untuk kolam sistem arus dibutuhkan pompa dengan debit air sampai 4 kali kubikasi kolam. Hal ini berarti pompa harus bisa menghisap air secara tuntas sebanyak 4 kali per jamnya. Sedang kolam sistem gravitasi cukup dengan 3 kali kubikasi kolam.


Protein Skimmer .
Buih atau busa yang kadang terbentuk dipermukaan air disebabkan kotoran organik yang menempel pada gelembung udara. Buih ini dapat dipecah menggunakan Protein Skimmer.




Ultraviolet Clarifier .
Kolam yang langsung terpapar sinar matahari apabila sistem filtrasinya kurang baik dapat memacu tumbuhnya ganggang dan lumut. Untuk dapat mencegahnya dapat menggunakan alat ini.



Sistem Filter


Ada dua sistem filter yang banyak digunakan yaitu sistem arus dan gravitasi. Prinsip dari sistem arus adalah mengalirkan air kotor dari kolam ke bak filter, dimana pompa menyedot air dari dalam kolam. Selanjutnya air yang telah melewati media filter akan mengalir kembali ke dalam kolam secara gravitasi. Bila kita menggunakan bak fiber untuk memelihara koi, umumnya sistem filter yang digunakan adalah sistem ini. Beberapa hobiis ada yang menggunakan aquarium yang disekat sebagai filternya Di pasaran terdapat filter siap pakai yang menggunakan sistem ini yang berupa drum berbahan fiber. Sistem ini ada sedikit kelemahan dimana penyaringan hanya terkonsentrasi pada satu titik sehingga kurang dapat menyaring kotoran dengan baik.


Pada sistem gravitasi, level atau tinggi air dalam kolam dengan air dalam bak filter sama, hukum Bejana Berhubungan berlaku disini. chamber filter dihubungkan dengan kolam melalui pipa di dasar kolam maupun permukaan kolam. Pada sistem gravitasi, pompa diletakkan di chamber paling akhir dimana pompa bertugas memompa air yang sudah bersih kembali ke kolam.


Penyakit

Secara umum koi sehat memiliki ciri-ciri tertentu seperti berenang dengan lincah, nafsu makan baik, kondisi sisik tidak ada luka maupun parasit. Anda patut curiga jika koi anda tiba-tiba tampak menunjukkan gejala-gejala tidak sehat. Berikut beberapa penyakit yang umum dijumpai pada koi.

Herpes.
Tahun 2002 herpes sempat menggemparkan dunia perkoian. Masih begitu terasa dalam ingatan para hobiis koi, herpes menyebabkan kematian koi mereka dalam hitungan jam saja. Pencegahan terhadap herpes dapat dengan pemberian pakan dengan protein tinggi, Vitamain C dan E. Dapat Juga dengan suntikan antibiotik.

Whitespot.
Merupakan penyakit yang umum menyerang di musim pancaroba. Bila koi tampak mulai mengesek gesekkan tubuhnya ke benda-benda dalam kolam, dapat mengindikasikan bila koi terserang white spot. Perhatikan dengan dekat untuk melihat adanya parasit putih berwarna seperti butir butir gula atau garam. Mungkin agak sulit untuk melihat adanya parasit ini jika koi baru terserang pada stadium awal. Jika sudah pada stadium lanjut, sirip, tubuh dan insang akan diselimuti oleh kista parasit ini.

Penyakit ini disebabkan oleh protozoa Ichtyopthirius. Pengobatan dengan pemberian malachite green dengan aplikasi sesuai petunjuk penggunaan. Penggunaan antibiotik seperti tetracycline atau chloramphenicol, disamping mahal, juga kurang dianjurkan karena dapat membunuh bakteri bakteri menguntungkan dalam filter aquarium.

Kutu Jarum.
Penyakit yang disebabkan oleh parasit eksternal ini menyerang kulit koi serta menghisap darah dan cairan koi. Gejala yang tampak adalah koi suka menunjukkan gejala hendak meloncat atau sering menggesekkan tubuhnya ke benda benda dalam kolam kolam. Pengobatan umumnya dengan dicabuti satu per satu, setelah itu bekas lukanya cukup diolesi iodium.

Dropsy.
Ciri-cirinya koi tampak susah bernapas, perut buncit dibarengi gejala sisik berdiri, kotoran berwarna pucat dan lebih panjang. Buncitnya perut koi disebabkan akumulasi cairan atau lendir. Penyakit ini agak sulit diobati akan tetapi patut dicoba obat-obatan jenis sulfa dan golongan antibiotik seperti tetracycline dan lainnya.

Memilih Koi Bagus
Bentuk fisik merupakan kriteria yang paling penting dalam memilih koi.
Bentuk Tubuh. Tubuh harus sempurna, dalam arti hindari koi yang siripnya patah. Hindari juga sirip yang rusak dan tidak sempurna. Bila dilihat dari atas koi tampak proporsional, tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus. Pilih yang gaya renangnya bagus, aktif bergerak dan nafsu makan baik.

Kepala. Pilih yang baby face atau sedikit gembil. Hindari kepala yang terlalu besar dan berbentuk segi empat.
Proporsi. Bila dilihat dari atas, punggung koi harus terlihat lurus dan ideal, dan bila dilihat dari samping tubuh koi tidak terlalu lurus dan tidak terlalu membentuk kurva. Perbandingan yang ideal antara panjang dan tinggi tubuh koi adalah 3:1. Beberapa hobiis menyebut, bentuk tubuh yang ideal agak mirip dengan bentuk torpedo.
Sirip. Sirip dada yang baik adalah yang berbentuk bulat dan berukuran besar. Sirip perut, punggung dan ekor harus sempurna dan tidak boleh ada yang cacat.

Warna. Pemilihan pola warna koi tergantung dari masing masing jenis koi. Jika Tancho maka harus memiliki warna merah bulat yang cerah di kepala koi. Pilih motif yang seimbang atau sama antara kanan dan kiri tubuh koi. Pola hiasan tampak atas pilih yang polanya terputus putus, hindari memilih yang pola yang menyambung mulai dari kepala sampai ekor.

Warna koi juga harus cemerlang, yang merah harus benar benar merah dan putih harus benar benar putih. Contohnya hindari koi yang berwarna oranye kemerah-merahan. Batas antar warna juga harus tegas, jangan terdegradasi. Hindari adanya spot atau bintik bintik dan juga hindari corak yang berbentuk kotak atau segitiga. Agar warna koi lebih cemerlang, gunakan Hokky Koi Color Enhancher sebagai pakan hariannya, Hokky diperkaya dengan spirulina, menjamin warna koi menjadi lebih cerah dalam 1 minggu!.

Tip Koi yang tetap tumbuh ideal dengan warna cemerlang seiiring dengan semakin besar ukuran tubuhnya biasanya berharga mahal. Untuk hobiis entry level alias baru nyoba-nyoba, boleh dipertimbangkan untuk memilih koi prima yang ukuran tubuhnya cenderung kecil. Karena koi ini harganya relatif murah.