Koki

Ikan koki (Carassius auratus) merupakan salah satu ikan yang paling banyak penggemarnya. Mengasikkan melihat keindahan warna, gerak-gerik dan bentuk tubuh yang unik. Ikan yang masih satu kerabat dengan ikan mas ini berada dalam keluarga Cyprinidae. Dibudidayakan pertama kali oleh masyarakat Cina pada tahun mulai pada abad ke tujuh. Koki selanjutnya merambah hingga ke Jepang dan terus mengalami kemajuan pesat dangan terus dihasilkannya jenis-jenis baru yang lebih variatif.

Jenis jenis Koki

Di pasaran, saat ini terdapat banyak koki yang berasal dari banyak persilangan. Setidak-tidaknya terdapat 12 jenis koki yang populer dikalangan hobiis


Tossa, Bentuk tubuh agak bundar, kekhasan lain adalah sirip punggung, sirip dada, sirip perut dan sirip ekor yang relatif panjang. Jika pertumbuhan ikan ini baik, panjang sirip ekornya dapat melebihi panjang tubuhnya.
 
Lion Head , keunikan dari koki lion head ini adalah pada kepalanya yang berjambul mirip kepala singa dan berwarna kemerahan. Koki ini tidak memiliki sirip punggung.



Mutiara , kekhasan dari koki yang satu ini adalah sisik yang muncul kepermukaan dan bergerigi, sehingga nampak seperti mutiara. Tubuhnya juga sangat unik karena yang bulat yang menyerupai bola pingpong. Ada dua jenis koki mutiara, ada yang berjambul dan ada yang tidak.
 
Red Head, bentuk tubuh mirip dengan lion head akan tetapi tubuh red head berwarna putih. Ekor red head juga lebih panjang dibanding lion head.



Ranchu , termasuk jenis koki yang paling tua, ditemukan di Jepang sekitar abad 17. Sepintas Ranchu mirip dengan koki lion Head, berciri tidak memiliki sirip punggung, berbentuk bulat, gemuk, pendek dan sedikit bungkuk. Akan tetapi terdapat pebedaan pada gelembung di kepala ranchu yang lebih luas hingga mencapai pipi.
  Oranda , atau bisa juga disebut spencer. Jambul dan bentuk tubuhynya mirip dengan lion head, akan tetapi sirip dada dan sirip ekornya lebih panjang dibanding lion head.



Calico , koki jenis ini ditandai dengan banyaknya kombinasi warna tubuhnya. Warna- warna hitam, putih, kuning emas, jingga dan merah tampak berpadu secara acak. Koki calico ini oleh hobiis sering juga disebut dengan Koki Pancawarna.
 
Buble Eye, disebut juga mata balon. Disebut demikian karena dibawah kedua matanya menggantung gelembung mirip balon. Normalnya koki jenis ini tidak memiliki sirip punggung, akan tetapi dari persilangan terdapat juga koki mata balon yang bersirip punggung.



Black Moor , sesuai dengan namanya, koki ini berwarna hitam pekat. Banyak hobiis yang berpendapat bahwa bentuk tubuh black moor merupakan perpaduan antara koki tossa dengan red head.
 
Celestial , bentuk tubuhnya mirip lion head, dan keunikannya terletak pada mata ikan ini yang selalu mengarah keatas, seperti sedang melihat langit.



Teleskop . Bentuk tubuh mirip calico dengan mata yang menonjol mirip teropong.
 
Bulldog , raut wajah mirip dengan anjing bulldog. Tubuh dan siripnya mirip dengan koki spencer.


Pakan

Hampir semua jenis makanan disukai oleh koki, baik organisme hewan kecil maupun tanaman air. Menurut sumbernya pakan koki terbagi menjadi dua bagian Pakan Alami, berupa cacing rambut, cacing darah (Blood Worm), dan jentik nyamuk dan kutu air. Di pasaran terdapat dalam bentuk sediaan segar, beku maupun kering.

Pakan Buatan, pakan buatan umumnya berbentuk pelet. Idealnya ukuran diameter pakannya lebih kecil dari bukaan mulut koki. Saat ini hobiis lebih banyak menyukai pakan buatan ini. Nutrisi yang lengkap dan seimbang menjadi pertimbangan utama, disamping kepraktisan penyimpanan, relatif lebih murah dan lebih mudah dicari di toko-toko terdekat. Pakan buatan atau pelet ini juga lebih aman dibanding pakan alami, sisa pelet yang tidak termakan hanya sedikit mengeluarkan residu nitrit dibandingkan pakan alami. Pakan buatan juga lebih hiegenis karena tidak membawa bibit penyakit.


Hokky Goldfish & Tropical,
adalah pakan dengan nutrisi yang lengkap dan seimbang, mudah dicerna dan tidak mengeruhkan air.

Hokky Goldfish Premium menjamin warna koki anda menjadi lebih cerah dalam 1 minggu!!. Pemberian intensif selama 1 bulan akan membuat sisik ikan menjadi lebih bersinar dan mengkilap seperti mutiara. Terbuat dari bahan-bahan pilihan sehingga dapat dicerna koki dengan baik. Multivitaminnya untuk meningkatkan kekebalan tubuh koki.








Pemeliharaan
Feeding,
Berikan Hokky Goldfish Premium sebanyak yang ikan bisa konsumsi dalam 15 menit. Berikan hokky goldfish premium secara rutin 2 sampai 3 kali tiap hari.

Perawatan rutin, Cukup membersihkan kaca dan penggantian air. Penggantian air ini dilakukan dengan cara menyedot air menggunakan selang air. Air juga tidak boleh diganti seluruhnya, disisakan sepertiga bagian dasar air. Selanjutnya dapat ditambahkan air baru hingga ke volume asalnya. Taburkan garam ikan sebanyak 2% volume air baru. Garam ikan berfungsi untuk menstabilkan kondisi air, mencegah tumbuhnya jamur dan anti bakteri.

Aquarium

Memelihara koki dalam kolam kurang dapat menampilkan keindahan koki secara utuh. Mungkin hanya sedikit jenis koki yang cocok untuk dipelihara dalam kolam, misalnya tossa. Aquarium merupakan tempat yang paling ideal untuk memelihara koki. Pemeliharaan dalam aquarium ini sudah dilakukan sejak jaman Mesir Kuno. Di Indonesia sendiri, memelihara koki dalam aquarium sudah dimulai kira-kira mulai tahun 1920an. Pemeliharaan dengan aquarium ini dinilai lebih praktis, hemat lahan, dapat dipindah-pindah dan juga faktor estetika. Dan di dalam aquarium, keindahan koki dapat dilihat secara utuh dari berbagai sudut pandang.

Filter. Koki merupakan ikan yang sangat aktif makan yang berakibat pada banyaknya kotoran yang dibuang. Diperlukan filter yang sesuai dengan kepadatan koki dan ukuran aquarium. Dengan filter yang baik kita tidak perlu sering mengganti air.

Filter Hanging adalah filter yang diletakkan diatas aquarium. Prinsip kerja sistem ini yaitu pompa submersible menghisap air kotor yang lalu dialirkan kedalam box yang berisi media filter. Air yang sudah tersaring akan turun secara grafitasi kembali ke aquarium. Box media ini umumnya diletakkan diatas aquarium.

Filter External , dengan sistem ini media dan pompa diletakkan diluar aquarium. Air kotor secara grafitasi akan turun ke tabung media filter dan selanjutnya air yang bersih akan dikembalikan kedalam aquarium menggunakan pompa.

Filter internal adalah filter yang medianya ditempatkan dalam ruang yang langsung disekat dalam aquarium utamanya. Air dari aquarium utama mengalir ke ruang media dapat melalui bagian atas maupun bawah sekat. Pompa ditempatkan dalam ruang media.

Mana yang paling baik diantara ketiga sistem ini? Masing-masing memiliki keunggulan dan kelamahan.

Filter Hanging , yang menggunakan box media (tersedia dipasaran umumnya berukuran kecil) yang digantung atau diletakkan diatas aquarium hanya dapat menampung sedikit media filter, sehingga kurang dapat menyaring kotoran ikan dengan baik.

Filter External cukup baik dalam hal keindahan karena “benda asing” seperti selang, pipa dan pompa plus medianya relatif tersebunyi. Kelemahan sistem filter external adalah kurang dapat menarik kotoran secara maksimal karena pusat hisap yang hanya pada satu titik. Sehingga terkadang kita masih harus menarik kotoran yang berukuran besar secara manual.

Jika kita memilih filter internal , kita harus pandai-pandai “mengelabuhi” mata kita. Pasalnya ruang filter ini mengambil tempat lumayan besar dari aquarium utama. Selama kita secara rutin membersihkan celah sekat antara aquarium utama dengan ruang filter tampaknya sistem filter internal lebih baik dalam hal menjaga kualitas air. Hal ini karena pusat hisap yang lebih merata baik untuk kotoran dasar maupun kotoran permukaan.

Media filter yang digunakan untuk koki umumnya seperti kapas sintetik, Filter mat, dan karbon aktif. Untuk menambah jumlah oksigen terlarut dapat ditambahkan aerator. Agar tidak mengganggu keindahan, airstone sebagai pendifusi udara dapat disembunyikan dibalik ornamaen-ornamen dekoratif. Gelembung udara yang keluar juga dapat menambah keindahan tersendiri.

Dekorasi, Koki merupakan ikan yang usil. Koki tidak begitu menyukai dedaunan sebagai makannya, tetapi ia sangat suka menggigit-gigit daun tanaman air. Tanaman yang akan digunakan untuk mendekorasi aquarium koki sebaiknya yang berdaun lebar, panjang dan keras. Tanaman jenis ini kurang disukai oleh koki. Contoh tanaman yang berdaun panjang dan keras antara lain Vallisneria spiralis, Sagiittaria natans, Ballisneri sp dan Eleocharis acicularis. Sedangkan tanaman yang berdaun lebar dan keras antara lain Nupher sagittifolia, Salvinia sp dan Echinodorus argentinensis. Meski tidak seindah tanaman hidup, dapat juga digunakan tanaman yang terbuat dari plastik untuk elemen dekoratif. Penting untuk menciptakan aquarium yang mirip dengan habitat alami koki. Dekorasi tanaman ini bermanfaat untuk penyedia oksigen dan juga menetralisir kekeruhan air dan juga sebagai tempat bermain ikan. Persentase yang ideal untuk tanaman air dalam aquarium adalah 20% dari volume air.

Sebagai media hidup tanaman dapat dipergunakan pasir dengan ketebalan kurang lebih 3 cm. Dapat juga menggunakan campuran pasir dan sedikit kerikil. Tambahan kerikil ini berguna untuk mengurangi kekeruhan air akibat pasir yang diaduk-aduk oleh koki.

Penyakit

Air Tercemar. Bila anda melihat koki tampak bernapas lebih cepat dan mengesek gesekkan tubuhnya ke objek dalam aquarium, dapat mengindikasikan bila koki terserang white spot atau dapat juga menjadi petunjuk bila air aquarium mulai tercemar. Bila koki tidak tampak terserang white spot, mulailah dengan menguji kimia air seperti pH. pH yang turun tidak terlalu jauh (sampai dengan 6,4) dapat ditingkatkan dengan mengganti air secara parsial dan mengganti karbon aktif. Atau dapat juga dengan pemberian sodium bikarbonat untuk meningkatkan pH. Bila pH drop terlalu rendah air harus diganti seluruhnya. Air yang tercemar ini dapat disebabkan oleh dekomposisi bangkai ikan, daun daun aquascape yang membusuk dan pakan yang tersisa.

White Spot, Bila koki tampak bernapas lebih cepat dan mulai mengesek gesekkan tubuhnya ke benda-benda dalam aquarium, dapat mengindikasikan bila koki terserang white spot. Perhatikan dengan dekat untuk melihat adanya parasit putih berwarna seperti butir butir gula atau garam. Mungkin agak sulit untuk melihat adanya parasit ini jika koki baru terserang pada stadium awal. Jika sudah pada stadium lanjut, sirip, tubuh dan insang akan diselimuti oleh kista parasit ini.

Penyakit ini disebabkan oleh protozoa Ichtyopthirius. Pengobatan dengan pemberian malachite green dengan aplikasi setiap hari selama minimal 10 hari dengan dosis sesuai petunjuk penggunaan. Penggunaan antibiotik seperti tetracycline atau chloramphenicol, disamping mahal, juga kurang dianjurkan karena dapat membunuh bakteri bakteri menguntungkan dalam filter aquarium.

Kutu jarum, adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit eksternal. Mahluk yang panjangnya berkisar antara 6-7mm ini sering menyerang di bagian samping dan punggung koki, terutama di bagian sirip. Bila parasit ini sudah menyerang ke dalam insang, koki terlihat seperti hendak menghilangkan parasit tersebut dengan cara mengesek gesekkan kepalanya dengan keras ke objek dalam aquarium. Pengobatan dengan mengoleskan larutan potassium permanganat ke bagian tubuh yang terluka, setelah parasit mati dapat langsung dicabut dari tubuh koki.

Fin Rot. Sisik busuk dan ekor busuk dapat disebabkan oleh infeksi primer maupun sekunder. Jika karena infeksi primer umumnya disebabkan oleh beteri mycobacterium. Pada infeksi sekunder, fin rot disebabkan oleh koki yang melemah yang disebabkan oleh adanya penyakit lain atau adanya luka. Bila penyakit sudah membaik, jamur penyebab fin rot mulai menjangkiti koki. Jadi kita dapat menngantisipasi terjadinya fin rot dengan memberlakukan ala pengobatan fin rot sesaat setelah koki terluka.

Pengobatan dengan pemberian desinfektan seperti methylene blue ke bagian tubuh yang tersinfeksi sesuai dosis yang dianjurkan. Pastikan desinfektan ini tidak mengenai mata dan insang. Bila pengobatan dilakukan dalam aquarium utama, pastikan untuk mengeluarkan karbon dari filter, karena karbon dapat menetralkan efektifitas pengobatan. Untuk mencegah penyebaran bakteri dan jamur berikan garam sejumlah 2% dari volume air. Bila dalam beberapa hari kedepan tidak terlihat tanda tanda membaik, antibiotik seperti tetracycline dapat digunakan.

Tips: pengobatan dengan antibiotik harus dilakukan di aquarium terpisah, karena antibiotik bekerja dengan tidak membedakan mana bakteri patogen dan bakteri menguntungkan. Matinya bakteri menguntungkan dalam aquarium utama dapat mengganggu keseimbangan kimia dan biologi yang telah terbentuk.